Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

2 Sifat Larutan Penyangga / Larutan Buffer

1. pH larutan tidak berubah jika ditambahkan sedikit asam atau basa

Jika ke dalam larutan penyanga ditambahkan sedikit asam, asam tersebut akan bereaksi dengan zat yan bersifat basa. Begitu juga sebaliknya, jika ditambahkan sedikit basa, basa tersebut akan bereaksi dengan zat yang bersifat asam.

Contoh larutan penyangga yang terbentuk dari campuran asam lemah CH3COOH dan basa konjugasinya (ion CH3COO^-)


a. Jika ke dalam campuran tersebut ditambahkan sedikit asam misalnya HCl, akan terjadi reaksi berikut :

Berdasarkan reaksi ini, berarti jumlah basa konjugasi (ion CH3COO^-) akan berkurang dan asam lemah CH3COOH akan bertambah. Penambahan asam ke dalam larutan penyangga akan menurunkan konsentrasi basa konjugasi dan meningkatkan konsentrasi asam. Perubahan ini tidak menyebabkan perubahan pH yang besar

b. Jika ke dalam campuran tersebut ditambahkan sedikit basa NaOH akan terjadi reaksi berikut:

Berdasarkan reaksi tersebut, berarti jumlah asam lemah CH3COOH akan berkurang dan basa konjugasi (ion CH3COO-) akan bertambah. Seperti pada penambahan sedikit asam, perubahan ini pun tidak menyebabkan perubahan pH yang besar.

Daya penyangga suatu larutan buffer bergantung pada jumlah mol komponennya, yaitu jumlah mol asam lemah dan basa konjugasinya atau jumlah mol basa lemah dan asam konjugasinya. pH larutan buffer berubah pada penambahan asam kuat atau basa kuat yang relatif banyak, yaitu apabila asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan menghabiskan komponen larutan buffer itu, maka pH larutan akan berubah drastis.

2. pH larutan tidak berubah jika diencerkan

Derajat keasaman atau pH suatu larutan penyangga ditentukan oleh komponen-komponennya. Dalam perhitungannya, komponen-komponen tersebut membentuk perbandingan tertentu. Jika suatu campuran tersebut diencerkan maka harga perbandingan komponen-komponen tersebut tidak berubah sehingga pH larutan penyangga juga praktis tidak berubah.

Berapa pun tingkat pengenceran larutan penyangga, secara teoritis tidak akan mengubah harga pH. Akan tetapi, pada praktiknya, jika dilakukan pengenceran terlalu besar, misalnya 1 liter larutan penyangga diencerkan dengan 1 drum air (kira-kira 200 L air), tentu pH akan berubah.

Materi Terkait

Posting Komentar untuk "2 Sifat Larutan Penyangga / Larutan Buffer"