Perbedaan Koloid, Suspensi dan Larutan

Istilah “koloid” pertama kali diusulkan oleh Thomas Graham (1805-1869) dari Inggris sewaktu mempelajari sifat difusi beberapa larutan yang berdifusi melalui membran kertas perkamen. Graham menemukan bahwa larutan seperti natrium klorida mudah berdifusi, sedangkan zat-zat seperti kanji, gelatin, dan putih telur sangat lambat atau tidak berdifusi. Zat-zat yang sukar berdifusi tersebut dinamakan koloid (bahasa Yunani: kolla = perekat atau lem).


Tahun 1907, Ostwald mengemukakan istilah sistem terdispersi bagi zat yang terdispersi dalam suatu medium pendispersi.analogi dalam larutan, fase terdispersi adalah zat terlarut, sedangkan medium pendispersi adalah zat pelarut. Tahun 1912, Richard Esignondi, mendesain mikroskop ultra untuk mengamati partikel-partikel terlarut termasuk partikel koloid. Perbandingan antara larutan, koloid dan suspensi dapat dilihat dibawah ini:

Larutan
  1. Partikel berukuran ≤ 1nm
  2. Homogen
  3. Jernih
  4. Partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop ultra
  5. Tidak terpisah (stabil)
  6. Tidak dapat disaring dengan kertas saring maupun membran semipermeabel
Koloid
  1. Partikel berukuran antara 1 – 1000 nm
  2. Secara makroskopis homogen, tetapi jika dilihat dari mikroskop ultra heterogen
  3. Keruh
  4. Partikel terdispersi dapat diamati dengan mikroskop ultra
  5. Sukar terpisah (relatif stabil)
  6. Tidak dapat disaring dengan kertas saring, tetapi dapat disaring dengan membran semipermeabel
Suspensi

  1. Partikel berukuran ≥ 1000 nm
  2. Heterogen
  3. Keruh
  4. Partikel terdispersi dapat diamati langsung dengan mata telanjang
  5. Mudah terpisah (mengendap)
  6. Dapat disaring dengan kertas saring

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Koloid, Suspensi dan Larutan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel