Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Genetika, Sub Bab Gen Letal, Alel Ganda, dan Alel Kodominan

Gen Letal

Gen letal merupakan gen yang dalam keadaan homozigot dapat menyebabkan kematian pada individu. Gen letal memiliki dua macam yaitu gen letal resesif dan gen letal dominan. Gen letal resesif apabila individunya bersifat heterozigot maka individu tersebut tidak akan mati dikarenakan gen letalnya tertutupi oleh gen dominannya. Sebaliknya apabila gen letal dominan, maka individu yang bersifat heterozigot akan mengalami kecacatan dikarenakan gen letalnya dominan.

1. Gen letal resesif

Beberapa contoh gen letal resesif adalah

A. Sicklemia

Sicklemia merupakan kelainan menurun pada sel darah merah(eritrosit) dimana eritrositnya berbentuk bulan sabit. Sicklemia diduga karena terjadi kesalahan urutan asam amino pada hemoglobin sehingga mengubah sifat molekul hemoglobin. Sicklemia dikontrol oleh alel dominan yaitu HbSHbS untuk yang mengalami siclemia, HbAHbS merupakan sifat carier, dan HbAHbA adalah adalah normal.

Sel eritrosit yang mengalami siclemia
Sel eritrosit yang mengalami siclemia

B. Ichtyosis Conginetal

Ichtyosis conginetal merupakan kelainan hereditas yang disebabkan oleh gen resesif i(I kecil), sedangkan alel I(Ibesar) menentukan sifat normal. Ciri-ciri penderita nya adalah memiliki kulit kering bertanduk, permukaan tubuhnya memiliki terdapat bendar-bendar berdarah, dan paling banyak kasus ini meninggal di dalam kandungan.

C. Klorosis

Klorosis merupakan kelainan pada tumbuhan dimana daun lembaganya tidak memiliki klorofil sehingga memiliki warna kuning pucat. Klorosis disebabkan oleh gen letal resesif . tumbuhan yang mengalami klorisis memiliki genotip Ii(I besar i kecil) yang ditandai dengan daun kuning pucat, sedangkan yang memiliki genotip II(I besar I besar) memiliki sifat normal.

2. Gen letal Dominan

Berikut beberapa contoh gen letal dominan

A. Talasemia

Talasemia merupakan penyakit hereditas yang terdapat pada manusia yang ditandai dengan kelainan pada hemoglobin. Penderita talasemia akan mengalami anemia pada darahnya.

Talasemia disebabkan oleh gen letal dominan yaitu Th. apabila bergenotip ThTh maka akan menderita talasemia mayor, Thth memiliki talasemia minor, dan thth adalah normal. Seseorang yang mengalami talasemia mayor memiliki tingkat kematian yang tinggi.

B. Ayam redep

Ayam redep memiliki kelainan hereditas pada pembentukan tulang. Kelainan tersebut disebabkan oleh gen C(C besar) yang menyebabkan pertumbuhan tulang pada ayam tidak normal, sedangkan gen c(c kecil) memiliki pertumbuhan tulang normal. Berikut contoh persilangannya
persilangan ayam redep
Contoh persilangan pada ayam redep

Alel Ganda

Alel ganda merupakan satu sifat yang dipengaruhi oleh oleh lebih dari sepasang alel. Alel ganda ditemukan pada pembentukan warna bulu pada kelinci. Alel yang bertanggung jawab dalam pembentukan warna bulu pada kelinci adalah C+(kelinci agouti), Cch(kelinci chinchilla), Ch(kelinci warna putih kecuali pada ujung hidung, telinga, kaki, dan ekor yang memiliki warna hitam). Urutan dominasi ke empat alel tersebut adalah C+ < Cch < Ch < c .

Berikut genotip yang disajikan dalam tabel
Jenis kelinci
Warna bulu
genotip
Agouti
Kelabu/normal
C+C+, C+Cch, C+Ch, C+Ch, C+c
Chinchilla
Kelabu muda
CchCch, CchCh, Cchc
Himalaya
Putih(kecuali pada ujung hidung, telinga, kaki, dan ekor yang memiliki warna putih)
ChCh, Chc
albino
Putih
cc
persilangan ayam redep
Persilangan pada warna bulu kelinci

Alel kodominan

Alel kodominan terjadi pada saat dua gen dominan muncul secara bersamaan yang memiliki ekspersi sama kuat sehingga tidak saling menutupi. Contoh alel kodominan adalah system penggolongan darah ABO pada manusia. Genotip IAIB pada golongan darah akan menghasilkan golongan darah AB.
Sistem penggolongan darah manusia akan dibahawa lebih lanjut nanti.


Posting Komentar untuk "Genetika, Sub Bab Gen Letal, Alel Ganda, dan Alel Kodominan"